Connect with us

Olimpiade

Tontowi/Liliyana Berhasil Raih Emas Olimpiade, Bonus Rp 5 Miliar hingga Tunjangan Hari Tua

Terbit:

pada

Tontowi/Liliyana

Pasangan bulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Rio di Brasil.

Pemerintah pun sudah mempersiapkan bonus sebesar Rp 5 miliar untuk pasangan ini.

“Bagi peraih emas per satu keping Rp 5 miliar,” ucap Menpora Imam Nahrawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Sementara itu, bagi atlet angkat besi, Eko Yuli Guna, dan lifter Sri Wahyuni yang mendapatkan medali perak, pemerintah memberikan bonus Rp 2 miliar.

Adapun untuk peraih perunggu akan mendapatkan bonus Rp 1 miliar.

Pemberian hadiah ini akan dilakukan pada September mendatang sambil menunggu hasil Paralympic yang juga akan digelar di Brasil.

“Jadi, biasanya, setelah Olimpiade, setelah dua bulan berikutnya ada Paralympic. Nah, setelah Paralympic siapa yang akan jadi juara di sana. Setelah itu, akan kami serahkan bonus dari pemerintah,” kata dia.

Imam menambahkan, selain mendapat bonus, Tontowi/Liliyana juga akan menerima tunjangan hari tua.

Peraih medali emas akan mendapat Rp 20 juta setiap bulannya. Peraih perak akan mendapat Rp 15 juta, sementara perunggu mendapat Rp 10 juta.

“Meskipun penerimaannya, bisa tiga bulan sekali maupun setahun sekali dan penerimaannya diakumulasi,” ujar Imam.

Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade untuk Indonesia.

Di final, Tontowi/Liliyana mengalahkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12.

Sebelumnya, bulu tangkis telah menyumbang enam medali emas Olimpiade, yaitu Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma (1992), Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004), dan Hendra Setiawan/Markis Kido (2008).

Olimpiade

‘Cuma’ Raih Perak, Atlet Malaysia Dapat Apartemen Senilai Rp 4,9 Miliar

Terbit

pada

Ekspresi pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, saat berada di podium sebelum penyerahan medali nomor tunggal putra cabang bulutangkis Olimpiade Rio de Janeiro, Sabtu (20/8/2016). (EPA/Esteban Biba)

Ekspresi pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, saat berada di podium sebelum penyerahan medali nomor tunggal putra cabang bulutangkis Olimpiade Rio de Janeiro, Sabtu (20/8/2016). (EPA/Esteban Biba)

 

Berita olahraga, Olimpiade Rio 2016 – Asa Malaysia mengakhiri penantian panjang emas selama 52 tahun sirna ketika Lee Chong Wei dipaksa takluk di tangan pebulu tangkis Tiongkok, Chen Long 18-21, 18-21 pada partai final bulutangkis tunggal putra Olimpiade Rio 2016.

Meski demikian, atlet bergelar ‘Datuk’ itu tetap disambut sebagai pahlawan bangsanya. Ia mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya sebuah kondominium bernilai 1,5 juta ringgit Malaysia atau Rp 4,86 miliar.

Sebagaimana dikutip AsiaOne, Sabtu (3/9/2016), Lee Chong Wei menerima replika kunci secara simbolis dari Managing Director Orando Holdings Sdn Bhd, Datuk Eng Wei Chun dalam acara yang digelar Jumat 2 September 2016.

Chong Wei mendapat unit apartemen dengan tiga kamar, seluas 1.100 kaki persegi di kondominium mewah Lavile di Taman Maluri, Cheras — yang kini masih dalam proses pembangunan — dilengkapi pemandangan yang mengarah ke pusat kota Kuala Lumpur. Sang atlet hanya perlu mengangkut koper pakaian jika pindah ke properti barunya itu. Sebab, apartemen tersebut dilengkapi dengan perabotan lengkap.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr Wee Ka Siong yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, penampilan Lee Chong Wei yang luar biasa dalam Olimpiade Brasil telah menyatukan rakyat Malaysia dari segala ras.

Sebelumnya, PM Malaysia Najib Razak mengatakan, meski kalah, Chong Wei telah menunjukkan perlawanan yang membanggakan. “Saya percaya rakyat Malaysia dapat merasakan kebanggaan ini seperti apa yang saya rasakan,” kata dia seperti dikutip dari Astro Awani.

 

Lanjutkan baca

Trending