Connect with us

Champion

Puyol Tak Senang Real Madrid Kembali Jadi Juara Liga Champions

Terbit:

pada

Carles Puyol

Jurnalsepakbola.com – Legenda Barcelona Carles Puyol mengaku tidak senang melihat Real Madrid terus menerus menjadi juara di Liga Champions.

Seperti diketahui, pada akhir pekan kemarin Real Madrid berhasil menjuarai Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1.

Kemenangan ini merupakan kemenangan Madrid yang keempat di partai final dalam lima kesempatan terakhir. Selain itu Cristiano Ronaldo dkk berhasil menjadi tim pertama yang keluar menjadi juara Liga Champions di tiga musim berturut-turut.

Di sisi lain, Barcelona sebagai sang rival abadi Real madrid terpaksa harus gugur lebih awal di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. Blaugrana harus menerima kenyataan pait setelah ditaklukan oleh wakil italia, AS Roma, di perempat final dengan Agregat 4-4.

Kekalahan itu tentu membuat Puyol merasa sangat kesal. Pasalnya, kejayaan Barca di liga domestik seakan dilupakan oleh publik seiring berjayanya Real Madrid di kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut.

Puyol merasa bahwa timnya lah (Barcelona) yang lebih pantas meraih juara Liga Champions musim ini. Ia merasa skuat Blaugrana lebih berkualitas ketimbang Los Blancos.

Sebagai informasi, Barcelona telah memenangkan Copa del Rey dalam empat musim berturut-turut, tetapi mereka hanya bisa merasakan satu kali tampil di perempat final Liga Champions ketika menjadi juara pada 2015.

“Saya yakin bahwa kami memiliki tim yang lebih baik daripada Madrid, tetapi mereka telah memenangkan empat dari lima Liga Champions terakhir,” ujarnya kepada La Vanguardia.

Puyol pun memiliki solusi agar Barca bisa kembali berjaya di Eropa. Ia menyarankan pada Blaugrana agar mengorbankan satu trofi di pentas domestik, agar konsentrasi mereka di UCL bisa tetap terjaga.

“Saya pikir solusinya datang dengan meluruskan prioritas kami. Kami kehilangan kesempatan dan saya marah tentang itu sebagai penggemar Barca. Memenangkan treble sangat sulit seperti yang ditunjukkan statistik, jadi saya pikir hal yang paling masuk akal adalah membuang Copa del Rey. Jangan salah paham, saya suka bermain di final, tetapi jalan di sana harus untuk para pemain cadangan dan pemain muda untuk menunjukkan apakah mereka cukup bagus atau tidak,” jelasnya.

“Kami memiliki tim yang hebat dan kami memiliki Leo [Messi]. Saya pikir Liga Champions memiliki dampak global yang jauh lebih besar dan juga [dampak] di Ballon d’Or. Saya tidak ragu siapa pemain terbaik di dunia tetapi Messi harus menunjukkan bakatnya di atas segalanya di La Liga dan di Eropa, saya yakin ia akan setuju dengan saya,” pungkasnya.

Champion

Benturan dengan Ramos di Final Liga Champions, Loris Karius Dikabarkan Alami Gegar Otak

Terbit

pada

Loris Karius

Jurnalsepakbola.com – Penjaga gawang Liverpool, Loris Karius dikabarkan mengalami gegar otak usai terlibat benturan dengan Sergio Ramos pada pertandingan final Liga Champions melawan Real Madrid di Kiev 27 Mei 2018 lalu.

Saat ini Karius dikabarkan sedang berada di Amerika Serikat untuk melakukan pemeriksaan mendalam terkait adanya cedera di bagian kepala. Hasil pemeriksaan menyatakan Karius mengalami cedera otak/gegar otak (concussion).

Pada laga final itu, Karius menjalani malam yang sangat memalukan di Kiev. Kiper asal jerman tersebut tercatat dua kali melakukan kesalahan yang berujung kekalahan atas Real Madrid dengan skor 3-1.

Dua blunder fatal yang dilakukan Karius pada pertandingan tersebut membuat penjaga gawang berusia 24 tahun itu jadi sasaran empuk komentar kurang mengenakkan dari para fans Liverpool.

Namun, siapa yang menyangka, di balik dua blunder yang dilakukan Karius ternyata ada satu masalah serius yang mungkin membuatnya tidak bisa berkonsentrasi penuh dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Madrid 3-1 itu.

Sebagaimana hasil tes medis yang dilakukan Rumah Sakit Umum Massachusetts, kiper asal Jerman itu dikonfirmasi mengalami gegar otak atau cedera kepala saat tengah bertanding.

“Setelah menyakiskan cuplikan insiden pertandingan dan mengintegrasinya dengan rekam jejak medis, pemeriksaan fisik, dan pengukuran objektif, kami berkesimpulan bahwa Karius mengalami gegar kepala dalam pertandingan 26 Mei 2018,” demikian rilis resmi dari rumah sakit di Boston, Amerika Serikat itu.

Dalam tes medis yang dievaluasi oleh dokter Ross Zafonte dan dokter Lenore Herget itu, Karius disebutkan menderita visual spatial dysfunction, yang membuat kemampuannya melihat dan mengenali ruang (spatial) terganggu.

“Mungkin saja hal itu berpengaruh pada performanya saat mengahadapi Real Madrid Di Partai Final akhiir mei lalu,” lanjut rilis tersebut.

Kendati tidak disebutkan dalam rilis tersebut, besar kemungkinan gegar yang dialami kiper berusia 24 tahun ini terjadi akibat benturan keras dengan bek Madrid Sergio Ramos.

Ramos, yang di babak pertama membuat Mohamed Salah cedera bahu, memang tertangkap kamera menyikut Karius di dekat gawang. Karius sempat tegeletak sejenak, sebelum tetap melanjutkan pertandingan, sementara wasit tidak menganggap insiden ini sebagai pelanggaran.

Lanjutkan baca

Champion

Ulama Kuwait: Mohamed Salah Cedera di Final Liga Champions Karena Tidak Puasa

Terbit

pada

Mohamed Salah

Jurnalsepakbola.com – Seorang ulama asal Kuwait, Mubarak Al Bathali, mengatakan bahwa penyebab bintang Liverpool Mohamed Salah mengalami cedera bahu pada final Liga Champions 27 Mei 2018 lalu adalah karena ia tidak berpuasa Ramadan.

Menurutnya, Salah telah berbuat dosa karena membatalkan puasanya untuk bermain sepak bola dan berujung cedera.

“Tuhan menghukum Salah karena makan dan membatalkan puasa sebelum bertanding melawan Real Madrid,” demikian dikutip dari Sky News (31/5/2018).

“Seharusnya ia bisa baik-baik saja jika ia tetap berpuasa saat perjalanan dari Inggris ke Ukraina,” kata Bathali.

Baca: Big Reds Indonesia Akan Gelar “Aksi Bela Mohamed Salah” di Jakarta

Deiktahui, Mohamaed Salah mengalami cedera bahu saat berusaha lepas dari penjagaan bek Real Madrid, Sergio Ramos, pada babak pertama pertandingan.

Lebih lanjut Bathali mengatakan, bermain sepak bola bukanlah alasan yang sah untuk membatalkan puasa selama Ramadan.

“(Membatalkan puasa untuk bertanding sepak bola) bukan alasan, karena para jihadis pun tetap berpuasa dalam keadaan perang dan menghadapi musuh,” katanya.

Dia pun menyarankan Salah untuk segera bertobat. “Pintu pertobatan (masih) terbuka untuknya,” ujarnya.

Meski demikian, Bathali itu tidak memberikan komentarnya tentang rekan-rekan sesama Muslim Salah, seperti Emre Can dan Sadio Mane. Keduanya tetap fit dan tidak cedera di final.

Karim Benzema dari Real Madrid juga seorang muslim.

Sebelum pertandingan, fisioterapis Liverpool, Ruben Pons mengatakan bahwa Mohamed Salah akan membatalkan puasa untuk final Liga Champions setelah berdiskusi dengan ahli gizi.

Baca juga: Mohamed Salah Resmi Akan Tampil di Piala Dunia 2018

Lanjutkan baca

Bolatainment

Big Reds Indonesia Akan Gelar “Aksi Bela Mohamed Salah” di Jakarta

Terbit

pada

Mohamed Salah

Jurnalsepakbola.com – Diperkirakan 500 orang akan hadir dalam aksi Indonesia bela Mohamed Salah di depan Kedutaan Besar Spanyol pada Kamis (31/5) nanti.

Sebagaimana disampaikan koordinator aksi yang juga anggota Big Reds Indonesia, Mohammad Dendi Budiman, aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk protes atas pelanggaran Sergio Ramos terhadap Mohamed Salah pada laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid di Stadion NSK Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina akhir pekan kemarin.

Insiden tersebut terjadi di menit ke-26. Empat menit kemudian, pemain asal Mesir tersebut tak mampu melanjutkan pertandingan dan harus meninggalkan lapangan.

Kehilangan Salah dianggap menjadi salah satu penyebab kekalahan 1-3 Liverpool dari Madrid di laga final. Karena cedera itu pula Salah diragukan bisa kembali dalam kondisi bugar 100 persen di Piala Dunia 2018.

“Sebab kan ini bicara soal sepakbola dan ada saudara kami sesama muslim yang sedang teraniaya ya. Sebenarnya kami ingin menggelar aksi damai. Iya, aksi damai,” kata Dendi, sebagaimana dikutip CNNIndonesia.com pada Selasa (29/5).

“Jadi nanti rangkaiannya akan ada doa bersama. Insya Allah [aksi bela Salah] akan diakhiri buka bersama. Target massa itu baru sekitar 500-an yang komunikasi sampai saat ini,” imbuhnya.

Baca: 300 Ribu Orang Tandatangani Petisi Agar FIFA dan UEFA Hukum Sergio Ramos

Mohamed Salah

Mohamed Salah alami cedera dislokasi bahu setelah terlibat kontak fisik dengan Sergio Ramos pada laga Final Liga Champions saat melawan Real Madrid di Stadion NSK Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina akhir pekan kemarin. (Foto: REUTERS)

Dendi menambahkan, dalam aksi ini juga akan ada gerakan sosial berupa infak untuk disumbangkan ke pesantren.

“Karena momentumnya sedang bulan Ramadan, kami akan akhiri aksi damai ini dengan bagi-bagi takjil. Dan jika ada surplus [dari infak], kami akan sumbangkan ke pesantren yatim,” ujar Dendi.

Sebelumnya, pengacara asal Mesir Bassem Wahba mengajukan tuntutan sebesar €1 miliar atau setara Rp16,3 triliun terhadap Ramos karena mencederai Salah.

Dikutip dari Evening Standard, Wahba menganggap Ramos dianggap sengaja membuat Salah cedera. Selain mengajukan tuntutan, Wahba juga melakukan protes ke FIFA.

Baca: Cederai Mo Salah, Sergio Ramos Dituntut Rp 16 triliun

Lanjutkan baca

Trending