Connect with us

Spanyol

Francisco Buyo: Gelar Pemain Terbaik Lionel Messi Adalah Kebohongan Besar

Terbit:

pada

Lionel Messi

Jurnalsepakbola.com – Lionel Messi baru saja mendapat Kritikan pedas dari mantan penjaga gawang Real Madrid, Francisco Buyo. Buyo mengatakan bahwa kehebatan megabintang Barcelona itu hanyalah sebuah kebohongan besar. Menurutnya, kualitas bermain Messi dinilai masih biasa saja, kalah jauh dari Cristiano Ronaldo.

Sebagaimana diketahui, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua pesepakbola yang sering mendapat sorotan. Dalam 10 tahun terakhir, mereka silih berganti merebut gelar pemain terbaik dunia. Ronaldo berhasil meraih gelar tersebut di tahun 2008, 2013, 2014, 2016 dan 2017. Sedangkan Messi merengkuhnya di tahun 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2015.

Di lihat dari perolehan gelar yang diperoleh kedua pemain ini, menunjukan bahwa keduanya mempunyai kualitas yang sama. Antara Ronaldo dan Messi sama-sama mengantongi 5 gelar pemain terbaik dunia. Akan tetapi Francisco Buyo berpendapat bahwa Ronaldo masih berada jauh di atas Messi.

Buyo menyebut bahwa seorang pemain besar harus bisa membuktikan statusnya sebagai pemain terbaik dunia dengan menjuarai trofi besar. Seperti pemain Madrid, Ronaldo, yang sudah memenangkan Liga Champions tiga kali secara beruntun. Sementara Messi hanya baru bisa meraih gelar Liga Spanyol dan Copa del Rey.

Francisco Buyo

Francisco Buyo

Karenanya, Buyo merasa Messi hanyalah pemain biasa-biasa saja. Menurutnya Messi jadi hebat karena ada banyak pemain berbakat yang membantunya di Barca.

“Messi ada untuk memenangkan Liga dan Copa del Rey? Pemain-pemain hebat selalu menjuarai Liga Champions, Piala Dunia, Copa America,” kata Buyo dikutip dari FootballEspana.

Buyo membandingkan prestasi Ronaldo dan Messi di level internasional. Ronaldo tercatat sudah membawa Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016. Sedangkan Messi belum sekalipun mengantarkan Argentina menjuarai sebuah turnamen besar.

Sekadar informasi, Fransciso Buyo merupakan mantan pemain Real Madrid di periode 1986/1997. Pria yang kini berusia 60 tahun itu sukses memberikan enam torfi Liga Spanyol dan dua Copa del Rey saat memperkuat Los Blancos.

Spanyol

Ini Besaran Gaji yang Ditawarkan Madrid Namun Ditolak Ronaldo

Terbit

pada

Sumber:

Cristiano Ronaldo

Jurnalsepakbola.com – Cristiano Ronaldo dikabarkan akan hengkang dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2018. Alasannya karena gagal memenuhi keinginan sang megabintang tersebut terkait besaran gaji yang diminta.

Sebagai inforasi, saat ini Ronaldo masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2021, dengan bayaran 21 juta euro atau sekitar Rp341 miliar per tahun. Kontrak tersebut ditandatangani Ronaldo pada November 2016.

Dan sebelum Madrid tampil di final Liga Champions 2016-2017 melawan Juventus, Presiden Florentino Perez berjanji akan memberi kontrak baru jika Ronaldo mampu mengantarkan Los Blancos — julukan Madrid — menjadi juara.

Namun, setelah Madrid menjadi jawara, jani tersebut tak kunjung dipenuhi Perez.

Dilansir Marca, Real Madrid akhirnya menawari gaji sebesar 25 juta euro (Rp410 miliar) untuk Ronaldo, dan bisa naik hingga 30 juta euro jika berhasil meraih prestasi baik di level klub maupun pribadi.

Akan tetapi, tawaran itu ditolak Ronaldo. Ayah empat anak tersebut meminta negosiasi ulang. Dan pada Selasa, 5 Juni 2018, Ronaldo yang didampingi sang agen, Jorge Mendes, bertemu dengan petinggi-petinggi Madrid seperti Perez dan Jose Angel Sanchez. Tidak disangka, Madrid masih menawarkan Ronaldo bayaran sebesar 25 juta euro.

Dari situ Ronaldo berpikir Madrid tidak benar-benar serius menginginkannya bertahan. Karena itu, mantan pemain Man United tersebut dikabarkan memutuskan hengkang dari Santiago Bernabeu pada bursa transfer kali ini.

Jika dilihat, gaji Ronaldo saat ini memang jauh di bawah megabintang Barcelona, Lionel Messi, yang mendapat bayaran 50 juta euro (Rp821 miliar) per tahun.

Lanjutkan baca

Italia

Juventus Tawarkan Rp1,64 Triliun Plus Dybala untuk ‘Angkut’ Ronaldo dari Madrid

Terbit

pada

Sumber:

Cristiano Ronaldo

Jurnalsepakbola.com – Pesona megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, masih bersinar terang. Meski usianya sudah menginjak 33 tahun, pemain kelahiran Portugal itu masih menjadi incaran sejumlah tim papan atas Eropa.

Sebagaimana diberitakan Daily Mail, Minggu (10/6/2018), baru-baru ini pemain yang akrab disapa CR7 itu dikabarkan tengah menjadi incaran klub Raksasa Italia, Juventus.

Isu akan hengkangnya Ronaldo dari Madrid terungkap ketika Ronaldo mengatakan beberapa kalimat yang mengindikasikan kemungkinan dirinya akan pergi dari Los Blancos –julukan Madrid– usai menjuarai Liga Champions 2017-2018.

Ditambah lagi dengan kenaikan gaji yang diminta Ronaldo dikabarkan mendapat penolakan dari para petinggi Madrid.

Baca: Cristiano Ronaldo Ungkap Alasannya Ingin Tinggalkan Real Madrid

Dengan memanfaatkan momentum tersebut, banyak klub papan atas Eropa berusaha untuk menggaet CR7 pada bursa transfer musim panas 2018. Sebut saja Manchester United, Paris Saint-Germain (PSG), hingga yang terbaru adalah Juventus.

Masih dari Daily Mail, pihak Juventus mengaku telah menyiapkan dana sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp1.64 trilun, plus Paulo Dyabala untuk mendapatkan jasa mantan pemain Sporting Lisbon itu.

Sebelumnya, kerja sama antara Juventus dan Madrid selalu berhasil. Seperti saat transaksi pembelian Fabio Cannavaro, Alvaro Morata, dan Sami Khedira.

Namun kali ini keinginan Juventus untuk memboyong Ronaldo tampaknya akan sedikit sulit. Sebab, peraih lima kali trofi Ballon d’Or itu sepertinya lebih tertarik untuk kembali pulang ke Manchester United ketimbang bermain di Liga Italia.

Baca: Ronaldo Mau Bertahan di Madrid Jika Digaji 1,35 Juta Pounds per Minggu

Lanjutkan baca

Inggris

Pep Guardiola Tak Akan Pernah Kembali ke Barcelona, Ini Alasannya

Terbit

pada

Sumber:

Pep Guardiola

Jurnalsepakbola.com – Manajer Manchester City, Josep Guardiola, menegaskan bahwa dirinya tak akan pernah kembali lagi ke tim yang dulu pernah diasuhnya, Barcelona.

Diketahui, Guardiola pernah menangani Barcelona dari tahun 2008 hingga tahun 2012. Selama kurun empat tahun itu, Guardiola meraih banyak kesuksesan.

Dia sukses mempersembahkan 14 gelar juara di sejumlah ajang kompetisi. Dua di antaranya adalah gelar Liga Champions.

Saat itu, Guardiola berhasil meraih banyak gelar juara dengan bantuan sejumlah pemain hebat lulusan akademi La Masia. Sebut saja Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta hingga Carles Puyol.

Baca juga: Messi: Tak Ada yang Bisa Mencela Prestasi Zidane di Real Madrid

Pria yang sekarang jadi manajer Manchester City itu kemudian mengungkapkan alasannya tak mau balik ke Camp Nou — markas klub Barcelona. Dia berdalih, masanya di sana sudah berakhir. Semuanya, kata dia, juga sudah tak lagi sama seperti dulu.

“Sebagai pelatih [Barcelona], ini sudah berakhir. Saya tidak sama, atau bahkan mereka tidak melihat saya dengan cara yang sama,” katanya kepada TV3.

“Saya berada di usia yang fantastis di mana saya mengambil alih dunia,” lanjutnya.

Menurut Guardiola, saat itu bukan hanya para pemain hebat saja yang membantunya juara. Tim Blaugrana juga mendapat sokongan total dari berbagai pihak.

“Kami mengambil alih dunia dengan beberapa pemain luar biasa, seorang presiden muda (Joan Laporta), Txiki (Begiristain)… Itu adalah generasi pemain brutal dan pemain terbaik di dunia (Lionel Messi). Para pemain bintang berdiri sejajar,” ujar pelatih berusia 47 tahun itu.

Setelah menangani Barcelona, Guardiola kemudian pindah ke Jerman untuk menangani Bayern Munchen. Selama tiga tahun, ia sukses meraih tujuh gelar juara.

Baca juga: Man City Resmi Perpanjang Kontrak Pep Guardiola Hingga 2021

Lanjutkan baca

Trending