track hits

Tour de Indonesia Diprediksi Habiskan Rp20 Miliar

Jurnalsepakbola.com – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari membocorkan besaran finansial untuk menggelar Tour de Indonesia 2017. Sedikitnya Rp20 miliar yang diperlukan untuk TdI tahun depan.

Dengan besaran tersebut, Okto harus berusaha keras untuk luar biasa sponsor supaya event yang vakum selama lima tahun terakhir itu bisa kembali dilangsungkan.

Menurut Okto, besaran pengeluaran tersebut masih tentatif. Jumlah pastinya baru akan diketahui seusai Delegasi Teknis (TD) yang baru akan segera memulai kerjanya minggu depan melaporkan perolehan surveynya.

Survey yang dimaksud, jelas Okto, meliputi pendataan daerah-daerah yang punya potensi wisata dan bisa dijadikan etape yang akan dilalui pebalap di Tour de Indonesia 2017 nantinya.

“Kami akan berusaha mencari dana itu dari sponsor. Sejauh ini Kementerian Pariwisata siap mendukung. Beberapa sponsor potensial yang dulu sering mendukung event balap sepeda juga siap untuk kembali mendukung,” sebut Okto saat soft launching Tour de Indondesia, Selasa (8/11).

Okto yang juga adalah Promotor tinju ternama Indonesia itu menyebut optimis, Tour de Indonesia bisa berjalan dengan meriah.

“(Saya) Optimis ini kegiatan yang cukup ditunggu. Jika dikemas lebih luar biasa, pastinya akan tidak sedikit pihak lain yg mau berpartisipasi,” ungkapnya.

Lewat level kompetisi 2.2 race seperti gelaran terakhir pada 2011, Tour de Indonesia 2017 diharapkan bisa berbagi kesempatan lebih besar kepada pebalap Indonesia untuk berpartisipasi.

“Kalau levelnya di naikkan menjadi 2.1, nanti hanya bisa diikuti oleh klub kontinental dan sati klub nasional. Sedangkan di Indonesia baru ada dua klub kontinental, Pegasus dan KFC yang baru mau dibentuk, jadi akan lebih sedikit pebalap Indonesianya,” ungkap Okto.

Jadwal awal yang ditentukan Juli 2017 pun diharapkan tidak bentrok dengan SEA Games yang menurut rencana dihelat pada 19-31 Agustus 2017.

“Kami rasa bisa disiasati supaya tidak bentrok dengan SEA Games 2017 sebab domain pengambilan keputusan ada di federasi, tinggal koordinasi dengan Satlak Prima nanti,” jelasnya.

Pemilihan waktu pada bulan Juli, lanjut Okto, bertepatan dengan libur sekolah jadi mudah melakukan sterilisasi jalan. Selain itu, PB ISSI juga telah mengantongi izin dari Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) untuk menggelar Kejuaraan Nasional di akhir Juli.

“Jadi nanti di akhir Tour de Indonesia akan langsung dilangsungkan Kejuaraan Nasional,” ujarnya.

close