track hits

Tontowi/Liliyana Juara China Super Series Premier

Tontowi/Liliyana

Ganda campuran bulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil meraih juara China Super Series Premier 2016.

Tontowi/Lililaya mampu menumbangkan pasangan ganda campuran China Zhang Nan/Li Yinhui di partai final melalui tertarungan sengit di tiga gim, 21-13, 22-24, dan 21-16.

Set pertama saling kejar poin terjadi cukup ketat. Tontowi/Lilyana sempat memimpin 8-4. Lepas itu, Tontowi/Liliyana jauh meninggalkan poin ganda campuran China hingga 12-6.

Sempat mengejar poin pada angka 7-13, pasangan Zhang/Li tertinggal 7-14, kemudian bergulir hingga 8-15. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan pasangan Zhang/Li menguntungkan Tontowi/Liliyana.

Giliran Tontowi melakukan pelanggaran sehingga pasangan China mulai mengejar 11-17. Drop shot melebar Tontowi juga menambah poin bagi pasangan Zhang/Li hingga mulai mengejar 13-18.

Namun, Tontowi/Liliyana tak memberikan ruang sedikit pun hingga mereka dengan mudah meraih kemenangan di gim pertama dengan skor 21-13.

Zhang/Li mulai memberikan tekanan pada gim kedua. Poin ketat terjadi, bahkan beberapa kali pasangan China itu unggul tipis seperti pada poin 13-12, kemudian disamakan kembali menjadi 13-13 oleh Tontowi/Liliyana.

Tontowi/Liliyana kembali tertinggal 13-14, kemudian menjadi 13-15 setelah mendapatkan serangan agresif dari Zhang/Li.

Shutle cock sempat keluar hasil dari pengamatan Tontowi sehingga mengejar ketinggalan jadi 14-15. Namun, pasangan Zhang/Li kembali menjauh 14-16 dengan smes agresif mereka.

Tak mau kalah, Tontowi langsung melakukan smes cepat yang mematikan dan poin menjadi 15-16, sebelum pasangan China bertambah unggul jadi 17-15 dengan smes keras Zhang Nan. Perlahan tapi pasti, mereka menjauh menjadi 18-15 karena kesalahan Tontowi, bola mendarat di net.

Kesalahan servis Zhang Nan sempat menambah angka bagi ganda campuran peraih emas Olimpiade 2016 itu menjadi 16-19, kemudian bertambah lagi 17-19.

Perlahan tapi pasti, pasangan Tontowi/Liliyana mendekat menjadi 18-19 hingga menyamakan kedudukan: 19-19. Bola net Liliyana tak mampu dikembalikan Zhang/Li.

Pertandingan kian membetot emosi setelah kedudukan jadi sama 20-20. Kesalahan servis Zhang rupanya menamabh poin untuk Tontowi/Liliyana jadi 21-20, sebelum disamakan jadi 21-21.

Pasangan Zhang/Li kemudian di atas angin setelah smes Zhang tak mampu dikembalikan Tontowi.

Sebuah atraksi reli panjang yang luar biasa, Tontowi/Liliyana kembali menyamakan kedudukan 22-22 setelah Zhang tak mampu mengembalikan pukulan back-hand dari Tontowi!

Pasangan China kembali menanti gim point 23-22 setelah smes mematikan Zhang Nan. Gim kedua akhirnya dimenangkan Zhang/Li, 24-22, setelah Liliyana gagal mengembalikan smes Zhang.

Di gim ketiga, Tontowi/Liliyana mulai mengumpulkan kembali kekuatan mereka. Di awal-awal gim, mereka unggul 7-0 dari Zhang/Li.

Perlahan, pasangang Zhang/Li mengejar ketinggalan hingga poin menjadi 7-9. Sejumlah kesalahan dari pasangan Tontowi/Liliyana membuat mereka banyak kehilangan poin.

Giliran kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Zhang/Li membuat pasangan Tontowi/Liliyana menjauh menjadi 13-7.

Gim ketiga sepertinya menjadi ladang kesalahan bagi kedua pasangan sehingga poin demi poin tercipta karena kelalaian mereka.

Dua kesalahan dari pasangan Tontowi/Liliyana membuat pasangan Zhang/Li mendekat jadi 10-15.

Serangan-serangan ‘brutal’ Tontowi/Liliyana kembali ditampilkan sehingga membuat Zhang/Li keteteran. Owi/Butet, sapaan akrab ganda campuran Indonesia itu kembali menjauh jadi 19-14.

Tontowi kembali melakukan kesalahan setelah smesnya menyangkut di net sehingga kedudukan menjadi 16-19. Namun, Liliyana yang memastikan poin lagi menjadi 20-16, kemudian ditutup dengan kemenangan 21-16. Tontowi/Liliyana pun sukses meraih juara dalam waktu 13 menit dalam tiga gim.

close