track hits

Seraya Menahan Tangis, Pelatih Sepak Takraw Indonesia Ungkap Fakta Kecurangan Wasit

Keputusan berat terpaksa diambil Asri Syam, pelatih sepak takraw Indonesia di Sea Games 2017. Ia tim asuhannya untuk walk out (WO) saat pertandingan melawan tim tuan rumah, Malaysia, Minggu (20/8/2017). Keputusan itu diambil karena merasa dicurangi wasit.

Kepada CNN Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, Asri mengungkapkan sejumlah fakta mengejutkan terkait aksi walk out.

“Saya ke sini membela nama bangsa saya. Itu saja, nggak ada yang lain. Pribadi saya, saya lupakan, hanya merah putih yang saya bela,” tutur Asri kepada wartawan beberapa saat usai aksi WO dilakukan.

Tampak jelas terlihat kekecewan dan kesedihan di wajah Asri. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca. Beberapa kali ia berhenti berkata-kata, mencoba menahan tangis.

Wasit asal Singapura, Muhammad Radi, dinilai telah mengeluarkan keputusan kontroversial saat laga sepak takraw putri antara Malaysia dan Indonesia, di Kuala Lumpur, Minggu (20/8/2017). (Foto: Dok. Kemenpora)

Sebagaimana dikutip dari kanal YouTube resmi CNN Indonesia, Syam beberkan beberapa poin hingga akhirnya ia memutuskan agar tim asuhannya meninggalkan arena pertandingan.

Pelatih berpawakan kurus ini menjelaskan, senjata utama sepak takraw adalah saat melakukan servis.

Servis bagaimanapun dengan cara apapun sehebat apapun tak ada gunanya kalau digagalkan wasit.

Secara psikologis hal ini akan sangat memengaruhi pemain, mental pemain akan down kalau servis yang sudah benar digagalkan dengan cara curang seperti yang dilakukan oleh wasit tersebut.

“Dari set awal saya sudah curiga, sejak pertama di-fault-kan. Mereka ingin membalas karena tim putra Indonesia manang atas Malaysia,” ujar Syam.

Menurutnya kualitas permainan sepak takraw Indonesia jauh di atas Malaysia.

Syam mengaku memiliki sangat banyak bukti terkait kecurangan yang dilakukan oleh wasit. Sebab, kala itu ia pun memerintahkan asistennya untuk merekam jalannya pertandingan tersebut.

Selain itu pelatih dan pemain dari negara lain juga membenarkan dugaan Syam kalau ada dugaan kecurangan yang dilakukan wasit.

Mereka tahu itu sebab mereka juga pemain dan tahu kalau itu curang.

Syam menilai ini bukan sportivitas lagi karena sudah menggunakan cara-cara yang tak benar.

Ia kemudian menuturkan tentang kondisi anak-anak asuhnya yang kecewa dan sedih.

Semua menangis dan ia pun berupaya untuk berikan motivasi.

Syam bersyukur dengan hadirnya Menpora.

Menpora Imam Nahrawi saat member dukungan untuk tim sepak takraw putri Indonesia (Foto: Instagram)

“Untung pak menteri (Menpora) kemarin datang, karena ada dukungan dari saya tenang ada dukungan dari pemerintah. Kehadiran pak menteri luar biasa menenangkan jiwa anak-anak saya,” katasnya.

Ketenangan secara psikologis sangatlah dibutuhkan karena masih ada beberapa pertandingan lagi.

Syam pun mengaku kalau telah melaporkan peristiwa dugaan kecurangan ini.

Diketahui, Tim Sepak Takraw Putri Indonesia melakukan aksi walk out (WO) dari pertandingan.

Pelatih memutuskan hal tersebut karena melihat ada indikasi kuat kecurangan wasit.

Beberapa kali servis digagalkan padahal yang dilakukan sudah sesuai dengan standar permainan.

Padahal saat itu Indonesia unggul atas Malaysia dengan skor 16-10.

Tampak semua pemain sepak taraw menangis saat keluar dari lapangan.

Baca selengkapnya: Merasa Dicurangi Wasit, Tim Sepak Takraw Putri Indonesia Pilih WO

 

close