track hits

Resep Brasil Setop Messi: Persempit Sudut Umpan

dc895d7d-9a3a-4a90-81f7-783b3e6f71fc.jpg

Jurnalsepakbola.com — Klub nasional Brasil telah mencoba-coba Tutorial untuk menghentikan Lionel Messi yaitu dengan mempersempit sudut untuk berbagi umpan. Dalam beberapa latihan terakhir, Selecao pun telah melatih taktik tersebut dengan menggunakan Neymar sebagai referensi.

Hal ini diungkapkan gelandang Brasil, Renato Augusto, jelang pertandingan Brasil versus Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2018, Kamis (11/10), di Belo Horizonte. Brasil akan lebih diunggulkan, selain sebab status tuan rumah, sebab mereka juga meraih empat kemenangan beruntun.

keadaan ini tidak sama dengan Argentina yang sekarang terdampar di posisi enam di klasemen sementara dan terancam kehilangan tiket lolos otomatis. Hanya empat klub teratas yang akan langsung melaju ke Rusia pada 2018 nanti.

Messi akan jadi salah satu pemain yang akan diandalkan Argentina untuk Mengganti perolehan tersebut.

“Saya kira, pertama-tama Anda harus mengurangi ruang gerak semua pemain, bukan hanya Messi. Lalu ketika Messi menerima bola, tutup semua sudut umpannya,” kata Augusto soal trik yang akan dipakai Brasil untuk menghentikan Messi seperti dikutip dari Goal.

“Ini hal yang kami kerjakan bersama Neymar. Tujuan kami adalah untuk mengurangi sebanyak mungkin peluang dia untuk mengumpan atau menembak. Kami harus saling menolong satu sama lain. Terkadang Gabriel Jesus harus berlari lebih sering. Mereka yang bisa bergerak bebas harus lari sedikit lebih sering untuk menolong sisi pertahanan klub.”

Augusto mengatakan, status unggulan yang sekarang dipegang Brasil tak lagi berpengaruh mengingat pertandingan tersebut adalah pertandingan penuh gengsi seperti Superclasicos.

“Tentu saja, hari ini kami telah mempunyai taktik yang telah terperinci dan juga baru mengalami kemenangan beruntun. Hal itu menyebabkan para penggemar kami mempunyai harapan yang tinggi, yang juga bisa berefek kurang baik sebab mereka percaya kemenangan akan datang, bahkan kami bisa membantai mreka.”

“Tapi bukan seperti itu biasanya. Setiap pertandingan punya narasinya sendiri-sendiri.”